Detail Cantuman Kembali
PENERAPAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR KREDIT SEBAGAI UPAYA MENJAGA KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF YANG SEHAT DI PT. BPR CENTRAL NIAGA SURABAYA
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Standar Operasional Prosedur
Kredit diterapkan dan untuk menggambarkan manfaat Standar Operasional Prosedur
Kredit terhadap Kualitas Aktiva Produktif di PT. BPR Central Niaga Surabaya. Yang
menjadi sample dalam penelitian ini adalah 10 (sepuluh) file dokumen kredit Teknik
pengambilan subjek penelitian yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria
: (1) Debitur perorangan sebagai karyawan atau wiraswasta, (2) Debitur dengan nominal
pinjaman antara Rp.50.000.000,- (lima puluh juta) sampai dengan Rp.500.000.000,-(lima
ratus juta rupiah),(3) Dokumen kredit yang akad kreditnya pada bulan Juni 2021 sampai
dengan bulan Desember 2021 dan dokumen kredit yang akad kreditnya pada bulan Juni
2022 sampai dengan bulan Desember (4) Jenis pinjaman dengan angsuran pokok dan
bunga. Informan pada penelitian ini adalah pimpinan, karyawan kepala bagian kredit dan
karyawan bagian administrasi kredit PT. BPR Central Niaga Surabaya. Teknik
pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi, serta
teknik analisa data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Beberapa penyebab
terjadinya penyimpangan SOP kredit dari segi persyaratan dokumen kredit, nilai taksasi
agunan, suku bunga kredit dan biaya kredit adalah : (1) Adanya permohonan tambahan
plafon kredit, atau pengajuan kredit baru setelah kredit yang lama lunas yang diajukan
oleh debitur dengan record pembayaran lancar (2) Debitur dikenal baik oleh pemegang
saham / pengurus bank / karyawan PT. BPRCNS (3) Agunan berupa deposito di PT
BPRCNS. Bank telah membuat kebijakan tambahan atau penyesuaian SOP kredit agar
pelanggaran yang sama tidak dilakukan berulang – ulang. Penyimpangan SOP pencairan
kredit setelah adanya tambahan kebijakan menjadi lebih sedikit (berkurang), namun perlu
adanya kedisiplinan dan pemahaman resiko kredit dari karyawan yang menangani proses
kredit dalam melaksanakannya.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan maka dapat diambil
kesimpulan bahwa PT. BPRCNS telah berupaya untuk meminimalkan penyimpangan
proses pencairan kredit dengan membuat kebijakan tambahan atau penyesuaian SOP
kredit sesuai dengan arahan dari Otoritas Jasa Keuangan terbukti dengan berkurangnya
penyimpangan proses kredit setelah adanya penyesuaian / tambahan kebijakan SOP
Kredit. Karyawan yang menangani proses kredit telah berupaya menjalankan SOP kredit
dengan tertib dalam proses pencairan kredit sehingga kualitas aktiva produktif BPR
menjadi “Sehat’ pada bulan Desember 2022, Bank wajib menyusun SOP kredit secara
lengkap dan memadai sebagai pedoman analisis dan evaluasi dalam rangka pemberian
fasilitas kredit. Terjadinya kredit bermasalah sebagian besar disebabkan prosesnya tidak
sesuai dengan SOP kredit yang telah dibuat sendiri oleh bank sehingga berdampak pada
penilaian kualitas aktiva produktifnya.
Maurelyn Marchelina - Personal Name
SK.EKO Mar 455 2023
SK.EKO Mar 455 2023
Text
Indonesia
Universitas Widya Kartika
2023
Surabaya
LOADING LIST...
LOADING LIST...







