Detail Cantuman Kembali

XML

Analisis Dampak Kebijakan Terhadap Peningkatan Ekonomi Daerah Perbatasan di Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur (studi terhadap desa-desa di Kecamatan Lamaknen Selatan)


Lamaknen Selatan merupakan salah satu daerah perbatasan yang terletak di Kabupaten Belu, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Lamaknen Selatan merupakan daerah yang masih tertinggal, berada di daerah terluar dan daerah terdepan. Kecamatan Lamaknen Selatan sebagian besar wilayahnya, 6 desa dari 8 desa di kecamatan tersebut langsung berbatasan darat dengan daerha Timor Leste 9 (RDTL). Kebijakan orde baru yang tidak membangundari desa daerah ini hampir tidak tersentuh sejak Indonesia merdeka. Pembanguan mulai dirasakan masyarakat Lamaknen Selatan di kepemimpinan Presiden Ir. Jokowi dengan program nawacitanya. seperti yang tertuang dalam Nawacita pemerintah yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, yang menegaskan bahwa pentingnya kebijakan, program dan kegiatan yang nyata serta terukur untuk mendorong percepatan pembangunan di desa, daerah tertinggal dan kawasan perbatasan yang secara terperinci dijelaskan dalam Nawacita ke-3 (tiga) yang mengagendakan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan Indonesia. untuk mendukung program membangun dari pinggiran itu pemerintah telah mengulirkan dana di setiap desa dengan besaran sesuai denga luas wilayah dan jumlah penduduk di desa bersangkutan. Pemerintah daerah juga telah membangun jalan Jembatan dan infrastruktur jalan raya. ada juga pemberdayaan pertanian lewat tananam porang (make bako), Jagung, kopi dan kacang. Bahkan untuk Kopi sendiri Bumdes desa Lakmaras desa mendirikan perindustrian sendiri yang didukung oleh pemerintah propinsi dan pemerintah kabupaten. Pemerintah pusat juga telah membangun jalan raya dengan nama sabuk merah sektor timur sepanjang 179,9 Km di sepanjang perbatasan RI-RDTL. Pembangunan infrastruktur inilah yang menandakan dan dimulainya peningkatan ekonomi secara signifikan. masyarakat dapat dengan muda pergi kota kabupaten yang menjadi pusat perputaran ekonomi untuk menjual hasil pertanian. Pada tahun 2020 banyak dana desa dihabiskan untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemic Covid 19.
SK.EKO Lon 376 2020
SK.EKO Lon 376 2020
Text
Indonesia
Universitas Widya Kartika
2020
Surabaya
LOADING LIST...
LOADING LIST...