Detail Cantuman Kembali

XML

Analisis Perbandingan Proses Pembelajaran bahasa Mandarin oleh Guru Native dengan Guru Lokal pada siswa TK X Tiga Bahasa Surabaya


Dalam berkomunikasi sehari-hari, salah satu alat yang paling sering digunakan adalah bahasa. Bahasa meliputi segala aspek kehidupan, salah satunya dalam dunia pendidikan. Banyak sekolah atau lembaga pendidikan lainnya yang mengajarkan kepada siswanya keterampilan berbahasa, salah satunya adalah berbahasa Mandarin. Karena ingin menciptakan siswa yang berkualitas, sekolah mendatangkan guru native untuk mengajarkan siswa siswi berbahasa Mandarin. Banyak orang beranggapan guru native lebih berkompeten dibandingkan guru lokal. Kenyataannya, guru native dan guru lokal pastinya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Hasil dari penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan metode kuantitatif, dapat disimpulkan bahwa guru native dan guru lokal sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan pada guru native lebih mengarah kepada kemampuan berbahasa dan kemampuan menguasai materi, sedangkan kekurangannya lebih mengarah kepada sikap terhadap siswa karena perbedaan budaya. Sebaliknya, kelebihan guru lokal lebih mengarah kepada sikap saat bersama siswanya. Sedangkan kekurangan guru lokal lebih mengarah kepada penguasaan bahasa Mandarin dan penguasaan materi. Masing-masing guru memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dari kelebihan masing-masing guru inilah dapat saling mengisi satu sama lain sehingga dapat menutupi kekurangan dari masing-masing guru tersebut dan menciptakan kelas yang efektif.
Vialiana (61513032) - Personal Name
SK.BT Via 71 2017
SK.BT Via 71 2017
Text
Indonesia
Universitas Widya Kartika
2017
Surabaya
LOADING LIST...
LOADING LIST...