Detail Cantuman Kembali

XML

Perencanaan dan Perancangan Spasial Kawasan Tepian Sungai Kalimas Studi Kasus Ruas Jembatan BAT – Ruas Jembatan Wonokromo


Surabaya merupakan salah satu kota tertua di Indonesia. Jauh sebelum Belanda datang ke Indonesia, Surabaya telah menjadi kota yang berperan penting dalam poros pelabuhan dan perdagangan. Pelabuhan Kalimas dibangun untuk memfasilitasi kegiatan perekonomian. Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, Surabaya terus berkembang menjadi kota metropolitan. Lambat laun, Kalimas mulai ditinggalkan. Aktivitas perdagangan, pelabuhan transit tidak lagi terlihat. Pemerintah Kota Surabaya menyadari hal ini untuk memperbaiki wajah kota dengan desain spasial kawasan termasuk pengembangan tepian Kalimas. Dalam rencana visi Surabaya, Kalimas terbagi menjadi 7 distrik berbeda yang akan dikembangkan sesuai fungsi dan karakter kawasan. Penelitian ini akan memfokuskan bagaimana Kalimas memiliki peran sebagai faktor pemersatu kota dan pembentuk ruang. Sungai Kalimas seharusnya memiliki harmoni visual sepanjang tepiannya. Sebagai hasilnya, Kalimas sekali lagi dapat menjadi identitas Surabaya berdasarkan prinsip pengembangan kawasan tepian air. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah memetakan visual tepian Kalimas berdasarkan karakter eksisting kawasan untuk pengembangan lebih lanjut . Studi kasus mengambil tempat di Bantaran Permukiman Darmo, untuk menentukan segmen paling potensial untuk dikembangkan, menggunakan metode grup diskusi terarah dan analisis SWOT. Penelitian ini juga bertujuan untuk berkontribusi dalam ilmu perencanaan kota terutama pengembangan kawasan tepian air dan memberi rekomendasi desain kawasan spasial pada Pemerintah Kota Surabaya.
SK.ARS Koe 19 2016
SK.ARS Koe 19 2016
Text
Indonesia
Universitas Widya Kartika
2016
Surabaya
LOADING LIST...
LOADING LIST...